Menanggapi hal ini manajer tim Aidil Fitri SH mengatakan kalau keputusan manajemen tak mungkin diubah lagi. Dikeluarkannya Alberto Gonzales tak dilakukan secara mendadak, tetapi lewat perhitungan selama ia mengikuti sesi latihan di Persisam Putra.
"Ada beberapa alasan mengapa kami mencoret nama Alberto Gonzales. Beto kalau menurut pelatih adalah pemain yang tak disiplin. Ia pun selalu mengeluh mau pulang ke Bali menengok istrinya. Yang paling membuat kami kecewa adalah seringnya Beto pulang malam dari tempat hiburan dan itu membuatnya tak maksimal dalam latihan," ujar Aidil.
Keputusan pencoretan Beto sambat Aidil lagi sudah bulat dan tak akan diubahnya. Kehadiran Christian Oliviera pengganti Beto, dianggap sudah sangat pas. Pengalaman bertanding serta kematangan Oliviera selama memperkuat Persiba dan Persik Kediri, diharapkan bisa menggantikan peran Beto selama ini.
"Kalau secara kualitas Oliviera sebenarnya berada di atas Beto, begitu pula dengan pengalamannya. Jadi saya berharap suporter bisa mengerti mengapa pencoretan kami lakukan terhadap Beto," sambat Aidil.
Aidil juga mengimbau kepada suporter untuk melihat dulu bagaimana perkembangan pemain yang ada saat ini. Erick Manga, Jean Paul Boumsong, Oliviera dan dos Santos sebagai kwartet pemain asing di Persisam Putra, menurut Aidil adalah pemain asing dengan kualitas divisi utama.
"Makanya kami pun melepas Bationo karena kami anggap kalah bersaing dengan Boumsong dan dos Santos," imbuhnya.
Pada bagian lain Aidil juga meminta kepada seluruh insan sepakbola di Samarinda, untuk memberikan waktu dan kesempatan pada semua komponen tim yang ada saat ini untuk bekerja. Kalau memang ada tuntutan atau hal lain, dipersilahkan dilakukan setelah melihat hasil dari kompetisi.
"Kita sekarang baru saja memulai tugas membawa Persisam Putra naik ke divisi utama. Kalau belum apa-apa sudah banyak suara sumbang, bagaimana kami bisa bekerja dengan baik. Silahkan menuntut kalau kami gagal menaikan Persisam Putra ke kasta utama sepakbola nasional," katanya mengakhiri. (upi)