
SAMARINDA. Laga antara Persisam Putra melawan Mitra Kutai Kartanegara di Stadion Madya Sempaja tadi malam berlangsung sangat seru. Permainan atraktif dilakukan kedua tim. Sayang, pertandingan disebut rusak karena kepemimpinan wasit M Ahyar asal Pasuruan.
Ya, Mitra Kukar yang kalah tipis 1-2 atas Persisam Putra mengaku kecewa pada wasit. Manajer sekaligus Sekum Mitra Kukar Fahmi SE kepada wartawan mengatakan, kedua tim sebenarnya sudah bermain cukup bagus. Tetapi wasit dinilainya terlalu memihak tuan rumah.
"Ini hasil obyektif yang kami dapat. Kedua tim sudah main maksimal, tetapi faktanya tuan rumah terlalu diuntungkan wasit. Biar saja penonton yang menilai bagaimana wasit memimpin pertandingan. Kita juga masih punya kesempatan di kandang," ujar Fahmi usai pertandingan.
Meskipun kalah karena wasit, tetapi Mitra Kukar dikatakan Fahmi tidak akan protes. Di putaran kedua nanti, rencananya Mitra Kukar akan menjamu Persisam Putra 5 Agustus mendatang. "Kita tidak akan protes, sebab kita masih punya laga kandang melawan Persisam. Tapi kita tidak bermaksud membalas, justru kita akan tunjukkan bagaimana pertandingan yang seharusnya," lanjut Fahmi lagi.
"Kompetisi juga masih panjang. Saya ucapkan selamat kepada Persisam Putra yang sudah memenangi laga penting ini. Tetapi demi kemajuan sepakbola Indonesia, kita meminta dalam pertandingan-pertandingan berikutnya wasit tidak memihak pada salah satu tim lagi," sambungnya.
Di lain pihak, pelatih Persisam Putra Carlos de Mello menilai kalau wasit yang memimpin pertandingan sudah cukup adil. Menurut Carlos, wasit tidak mempengaruhi jalannya pertandingan. "Wasit saya nilai cukup adil, sudah cukup bagus memimpin jalannya pertandingan," ujar Carlos.
Mengenai permainan Mitra Kukar, Carlos mengatakan juga cukup bagus. "Mereka main bagus, kedua tim saya nilai sudah main bagus. Kita harus terima hasil pertandingan ini," tukasnya. (nin)