|
SAMARINDA - Genderang perang ditabuh pasukan Elang Borneo Persisam Samarinda pada pertandingan kandang pertama Divisi Utama Liga Indonesia 2008, malam ini di Stadion Segiri Samarinda. Dengan puluhan ribu dukungan The Republic Orange Pusamania (kelompok suporter Persisam) skuad Riono Asnan bertekad menghancurkan perlawanan Persikota Tangerang. Target tiga poin pun dipasang kubu tuan rumah.
Dalam sejarah Liga Indonesia, pertemuan malam ini adalah yang pertama bagi Elang Borneo dan Bayi Ajaib (julukan Persikota). Karena itu, pertandingan Liga Esia Grup I ini dipastikan akan menjadi sejarah bagi kedua kedua tim.
Dua pertandingan sama-sama sudah dijalani kedua tim. Dari tur ke Sumatera, menghadapi Persiraja Banda Aceh dan PSAP Sigli, Persisam hanya menghasilkan satu poin. Bertandang ke Stadion H Dimurthala Aceh, Selasa (5/8), Persisam menyerah 1-2 dari Persiraja. Beruntung, menghadapi PSAP di Stadion Batu Asan, Sabtu (9/8) Persisam berbagi hasil imbang 1-1. Dengan satu poin, Elang Borneo untuk sementara menempati peringkat ke-11 klasemen.
Sementara itu, empat poin sudah dikumpulkan Persikota dari dua laga kandang. Pada pertandingan pertama di Stadion Benteng Tangerang, Kamis (7/8) menghadapi PSPS Pekanbaru, tim besutan Angel Valera ini bermain imbang 2-2. Namun pada pertandingan kedua menghadapi Persih Tembilahan, Senin (11/8) Persikota tampil ganas dan menang telak 5-2. Hasil tersebut menempatkan Esteban Gusto dkk di peringkat ketiga klasemen Grup 1.
Namun posisi tersebut mendapat ancaman dari Persisam. Tim asuhan Riono akan mengandalkan pengalaman duo mantan striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Ilham Jaya Kusuma untuk mengakhiri rekor tak terkalahkan Persikota.
Meski demikian, naluri mencetak gol striker lapis kedua Persisam Fakhruddin akan menjadi pilihan lain bagi Riono. Dalam kondisi sulit, Fakhruddin kerap menjadi penyelamat Elang Borneo. Terbukti, dua gol sudah ia ciptakan di dua pertandingan sebelumnya.
Di lini tengah dua gelandang asing Hernan Ortiz dan Jardel Santana akan menjadi andalan Persisam sebagai penyuplai bola ke lini depan. Sedangkan, serangan dari sayap yang akan diisi Akbar Rasyid dan Cornelius Gedi akan memperlihatkan ciri khas permainan pola 4-4-2 dengan umpan silang gaya Riono.
Sayangnya di lini belakang, Persisam harus kehilangan legiun asing Etoga Romarick akibat kartu merah saat menghadapi PSAP. Kondisi ini memaksa Riono memaksimalkan skuad yang ada untuk mengatasi derasnya serangan Mustafa Aji dkk ke gawang Persisam yang akan dikawal Samosir. "Main di luar kita dapat satu poin. Main di kandang, kami harus dapat hasil maksimal," ujar Riono.
Hal senada disampaikan Manajer Persisam Aidil Fitri. Tiga poin harga mati bagi Persisam malam ini. "Harus tiga poin," katanya. Menurutnya, hasil satu poin yang didapat Persisam dalam lawatan ke Sumatera harus diganti dengan sapu bersih enam poin di kandang. "Besok (hari ini) tiga poin. Lawan Persikad Depok juga harus tiga poin. Jadi kita harus dapat enam poin di kandang," katanya. Ayoo Elang Borneoku Maju Terus ..... The Republic Orange Pusamania & seluruh masyarakat Samarinda selelu mendukungmu di manapun kau berada, baik di partai kandang maupun tandang.
Pusamnia ingin babat habis semua pertandingan di kandang kita sendiri.
red-ervine |