Solo, Persisam Samarinda tampaknya tidak ingin hanya sekedar lewat dalam ajang
kompetisi divisi utama musim 2008 ini. Untuk itu, manajemen tim Persisam
berancang-ancang siap menggelontorkan dana sebesar Rp 18 Miliar untuk
memburu pemain. Jelas ini akan menjadi rekor terbesar dalam sejarah sepakbola nasional
dalam perburuan pemain. Ketua Umum Persisam Samarinda Aidil mengatakan
pihaknya sudah menyediakan dana sebesar Rp 18 Miliar untuk membeli pemain."Kami tidak ingin Persisam hanya sekedar lewat saja di divisi utama, lebih
dari itu, kami ingin tampil di Liga Super tahun 2009," ungkapnya ditemui di
Stadion Sriwedari Solo saat mendampingi pemain Persisam berlatih, Rabu
(16/1)
Dikatakannya, para pemain yang akan memperkuat tim Persisam di kompetisi
divisi utama 2008 antara lain Kurniawan Dwi Julianto asal Persitara,
musafri (persiba), M Ilham (Persija Jakarta), Uston Nawawi (Persebaya
Surabaya), I Made Irawan (Persiba Balikpapan), Aspuransyah (PKT), Erol Iba
(Persik Kediri), Daniel (Persiraja), Kornelius Gedi (eks Timnas SEA Games
Thailand), Munerul (Persisam), Jhoni (Persisam), Fauzi (PKT), Tofik
(Persiba), Nobon (Persipal) dan Mahruddin (Persijap Jepara).
Seluruh pemain tersebut diakui oleh Aidil yang juga Ketua Pemuda Pancasila
Samarinda ini sudah diberi uang muka 50 persen dari nilai kontrak. "Saya
sudah mengikat mereka dengan uang muka sebesar 50 persen dari nilai
kontrak," kata Aidil.
Sedangkan untuk pelatih yang menangani Persisam, Aidil mempercayakan kepada
Riono Asnan. "Saya masih mencari pelatih fisik saja, coba anda ada nama
tidak untuk menjadi pelatih fisik kami," selorohnya.
Selain pemain yang disebutkan Aidil tadi, Persisam diakuinya mengincar
beberapa pemain asing untuk melapis skuad yang ada saat ini. Para pemain
asing yang menjadi buruan Persisam diakui Aidil adalah Gonzales (Persik
Kediri), Rolland Fargundez, Zah Rahan dan Ernest Jeremi (Persipura
Jayapura)."Saya berani bayar Zah Rahan Rp 1 Miliar, Kalau Gonzales dan Fargundez saya
mau membayar masing-masing pemain sebear Rp 1,4 Miliar, begitu juga dengan
Jeremi," ujarnya.
Dalam sesi latihan kemarin, tampak Riono Asnan sudah memimpin Uston Nawawi
dan kawan-kawan. Persisam sengaja memilih berlatih di kota Solo untuk
mempersiapkan tim ke ajang divisi utama Liga Indonesia 2008 diakui Aidil
karena banyak tim divisi satu dan utama di seputr kota Solo. "Kita tidak
kesulitan mencari lawan latihtanding," jelasnya. (oro)