|
Pertemuan supporter Indonesia yang diadakan di Surabaya pada tanggal 15 Desember 2007, yang tepatnya diadakan di rumah makan Taman Sari Surabaya ternyata membawa hasil yang luar biasa bagi persepak bolaan Indonesia yang kini tengah dirundung masalah.
Dimana saat ini seluruh Klub di Indonesia mendapat batu sandungan yang sangat serius dalam hal pendanaan, apalagi kalau bukan tentang KEPMENDAGRI No. 59 Tahun 2007 yang melarang dana APBD digunakan untuk pendanaa Klub sepak bola.
Kita semua tahu bahwa hampir seluruh Klub yang ada di Indonesia masih menyandarkan pendanaanya pada kucuran dana APBD.
Ini berarti kiamat bagi sepak bola Indonesia apabila KepMendagri itu betul-betul efektif diterapkan.
Dalam pertemuan dan dialog supporter Indonesia di Surabaya yang diprakarsai oleh teman-teman BONEK MANIA Suroboyo itu dihadiri oleh 25 Kelompok Suporter Indonesia , tetapi itu sudah bisa mewakili teman-teman Suporter di seluruh Indonesia, karena disamping dihadiri teman-teman Suporter seluruh Jawa juga dihadiri oleh teman-teman Suporter dari Sumatra, Kalimantan Sulawesi dan Papua.
Hasil dari dialog tersebut menghasilkan PETISI dari Komite Suporter Indonesia yang sangat Prestisius, dimana hasil dari Petisi itu akan diteruskan Kepada Mendagri untuk diadakan dialog guna mencari solusi dari permasalahan ini. Disamping itu Petisi ini juga akan dikirimkan kepada Bp. Presiden RI , DPR RI, MENPORA, KONI PUSAT juga PSSI. Dan selanjutnya Petisi ini juga akan dikirimkan kepada seluruh Kepala Daerah Tingkat I dan tingkat II se- Indonesia dan DPRD se-Indonesia sebagai tembusan yang notabene saat ini banyak memegang policy tertinggi di Klub-Klub sepak bola Indonesia.
Sebuah langkah yang sangat terpuji dari teman-teman supporter Indonesia guna menunjukan dedikasi totalnya terhadap kelangsungan hidup Sepak bola Indonesia.
Seluruh elemen supporter Indonesia menolak diberlakukanya KepMendagri ini tak terkecuali Klub yang selama ini tak pernah mendapatkan kucuran dana dari APBD seperti Klub Bontang PKT.
Dalam acara ini rombongan AS Kaltim membawa anggota sebanyak 15 orang dari PUSAMANIA (Samarinda), Mandau Mania (Bontang ), dan Balistik (Balikpapan ) dan dipimpin langsung oleh Ketua AS Kaltim Bung Tommy Ermanto.
Dan Ketua AS Kaltim yang juga sekaligus Presiden Pusamania Bung Tommy mendapat kehormatan dari Panitia Penyelenggara mewakili supporter Indonesia untuk membacakan hasil dari Petisi itu.
Tak kalah menarik dari acara dialog itu adalah pemikiran yang diutarakan oleh Ketua AS Kaltim Bung Tommy , yaitu :
Bahwa masalah kucuran dana APBD itu bukan hanya berarti bahwa dana itu untuk menggaji Pemain dan official Team atau hiburan rakyat semata , tetapi lebih pada segi yang lebih luas…… bahwa kucuran dana dari APBD itu memiliki efek bola salju…..coba kita perhatikan , dengan hidupnya sepak bola akan bisa menghidupkan bidang-bidang yang lainya, seperti Pariwisata…dimana pariwisata kota tempat Klub itu berada jadi berkembang dengan penuhnya tingkat hunian hotel-hotel tersebut disamping banyak menyerap tenaga kerja, mulai dari pemain bola, pelatih, official , karyawan hotel sampai usaha angkutan sampai tukang ojek. Kondisi kota tempat Klub ber markas akan makin hidup dan berkembang.
Disamping itu akan juga menggairahkan iklim dunia usaha, terutama industri kecil. Betapa banyak saat ini berkembang industri Konveksi dan pembuatan bola juga restoran yang hidup dan berkembang gara-gara sepak bola. Kalau sepak bola nya mati , ini semua akan dikemanakan ??....
Dan tak kalah penting bahwa sepak bola ini adalah sebagai motor utama guna pengembangan Sumber Daya Manusia dan sebagai pencetak Prestasi guna mengangkat harga diri bangsa dan Negara.
Dengan adanya sepak bola maka timbulah organisasi Suporter, dimana dalam organ itu tempat anak-anak bangsa berkumpul dari seluruh Indonesia guna menempa dirinya untuk belajar ber-Organisasi agar menjadi manusia yang nantinya memiliki wawasan yang luas dan agar berguna bagi bangsa ini, masalah sekarang masih banyak timbul pertikain itu karena belumnya terbentuk system yang bisa mempersatukan disamping itu juga PSSI belum bisa menunjukan dirinya sebagai Organisasi yang bisa dipercaya masyarakat.
Hebatnya prestasi Team Nasional kita akan berakibat naiknya harkat dan derajat bangsa ini di mata dunia Internasional, tetapi dengan prestasi TeamNas kita saat ini yang masih babak belur kita pun sangat kecewa, mungkin hal inilah yang membuat Pemerintah menerbitkan KepMendagri itu, karena mungkin dinilai dana yang dukucurkan untuk seluruh Klub Indonesia lewat APBD itu sangat tinggi dan tidak sesuai dengan prestasi nya . Nah… Inilah tantangan yang harus dijawab oleh kita semua insan sepak bola tanah air, terutama induk nya PSSI dan seluruh pengurus Klub agar bisa mengemban amanah menggunakan dana milik rakyat untuk prestasi yang membanggakan .
Hal ini sangat dilematis, memang sangat lah tidak Profesional apabila keuangan Klub masih bersandarkan pada bantuan pemerintah sepenuhnya, tetapi di lain sisi untuk saat ini sepak bola tak akan hidup tanpa bantuan dana APBD . Ini berarti ada yang “salah urus “di sepak bola kita, yang katanya olah raga yang paling populer dan paling banyak ditonton orang, tapi kok nggak bisa hidup secara profesional dari menggalang sponsor layaknya Klub di Eropa.
Harus diakui bahwa hal ini menunjukan bahwa pengelola Klub saat ini masih kurang Profesional , sangat jauh dengan Kualitas Pengelola Klub di zaman nya GALATAMA, Dimana Klub-Klub GALATAMA dulu bisa hidup dan eksis tanpa campur tangan pemerintah secara langsung.
Inilah pekerjaan rumah bagi kita semua, ayo bangkit untuk sepak bola Indonesia jangan saling menyalahkan, mencari solusi lebih penting dari pada saling menghujat…..dan yang lebih penting….siapa yang merasa hanya menumpang hidup dan cari karier Politik di sepak bola segeralah menyingkir jauh-jauh, itu lebih terhormat dari pada anda makan uang haram setiap hari !
SALAM SATU JIWA……….SUPORTER INDONESIA (Pusamania)
……Tak pernah putus asa untuk kemajuan sepak bola Indonesia…………. |