|
SAMARINDA, Hasil imbang dibukukan tim sepakbola Kalimantan Timur atas Bali di laga pertamanya di Grup A Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII 2008. Kaltim ditahan 1-1 oleh tim besutan I Made Suwartama di Stadion Madya Sempaja, Selasa (2/7). Hasil imbang itu tidak lantas membuat Pelatih Kaltim Fahri Husain & "THE REPUBLIC ORANGE PUSAMANIA" puas.
Tim Kaltim dinilai tak bisa mengembangkan permainan seperti yang sudah dilatih hampir satu setengah tahun belakangan ini. "Saya sangat kecewa, terlebih dengan permainan tim di babak pertama. Mereka bermain jelek. Memang di babak kedua ada perubahan, sehingga kita bisa menekan," tutur Fahri usai pertandingan.
Bentrok Kaltim dengan Bali merupakan pertandingan pembuka di Grup A Sepakbola PON XVII. Kedua tim bertanding pukul 16.00-17.30. Kaltim turun dengan kostum biru-biru sedangkan Bali dengan kostum merah dan putih.
Di bawah dukungan "THE REPUBLIC ORANGE PUSAMANIA" & tuan rumah, Tim Kaltim langsung menyerang. Kaltim menurunkan ujung tombak Sultan Samma sejak menit awal. Kaltim yang menekan mampu membuat kelabakan Bali hingga baru babak pertama berjalan 11 menit gol pun tercipta bagi Kaltim. Gol dilesakkan Samma pada menit tersebut.
Bali yang juga mampu mengimbangi permainan Kaltim justru mampu mengejar ketinggalan lewat kegesitan Sigid Sudarmawan pada menit 37. Skor imbang itu bertahan hingga turun minum. "Banyak faktor yang menyebabkan kita tampil baik," tutur Fahri.
Masuk babak kedua, Kaltim memang ada perubahan. Kaltim semakin menekan. Serangan Kaltim lewat gerakan gesit Fadil merepotkan barisan pertahanan Bali. Kaltim sempat memperoleh kesempatan memasukkan bola ke gawang Bali pada menit 84. Fadil menjadi eksekutor bola mati itu dari kiri luar kotak 16 Bali. Bola tendangan Fadil sejatinya tak mampu dibendung Wigatama. Tapi bola cuma membentur mistar gawang lantas keluar lapangan.
Sebaliknya Bali lebih banyak bertahan, sambil sesekali melakukan counter attack, tak juga kebobolan sepanjang babak kedua. Skor imbang bertahan hingga babak kedua selesai. "Justru Bali ini sangat disiplin di belakang," tutur Fahri. (dst) |