Hanya saja, bagi BLI walau dikeluarkan oleh asosiasi sepakbola negara lain, tetap saja harus di sahkan oleh FIFA sebagai induk kepengurusan sepakbola.
Menariknya, penjegalan terhadap pelatih asing dengan sertifikasi standar FIFA ini, baru bergema saat ini. Disaat Liga Indonesia terutama divisi utama telah dimulakan.
Vata tak sendiri, Luciano Leandro yang menangani Persma Manado musim lalu juga pelatih Persiter Ternate Jacksen F Tiago, juga terkena dampak aturan BLI ini.
“Kalau memang ada aturan seperti itu, (sertifikasi FIFA) kenapa pemberitahuannya baru saat ini. Musim-musim lalu, PSSI pusat ataupun BLI sebenarnya bisa saja menegaskan hal ini pada kami,” sesal mantan pelatih Persegi Gianyar dan Mitra Kukar ini.
Ya, hingga saat ini, Vata belum mendapat konfirmasi langsung mengenai lisensi kepelatihannya dari PSSI pusat ataupun BLI. Padahal sudah beberapa tahun ini ia malang melintang menjadi peltih kepala dibeberapa klub Liga Indonesia.
HORMATI KONTRAK
Walau kemungkinan besar akan didepak dari komposisi kekuatan tim Elang Borneo musim ini, Vata tetap menunjukkan sikap profesional.
Setelah sempat “dinterogasi” oleh pengurus Persisam Putra kemarin siang, Vata tetap terlihat berada disesi latihan Persisam di Stadion Madya Sempaja kemarin sore. “Selama tim ini masih memerlukan saya, saya siap mendampingi. Saya sudah merasa menjadi bagian tim ini dan saya sangat menghormati kontrak saya disini,” ungkapnya.
Sayang, keberadaan Vata nampaknya tak berlangsung lama. Bermaksud tak ingin mengambil resiko lebih jauh, pengurus Persisam bersiap melepasnya jika ternyata PSSI pusat dan juga BLI tetap menganggap Vata tidak memenuhi persyaratan kepelatihan Liga Indonesia.
“Kita tunggu saja jawaban dari PSSI pusat. Yang pasti, apapun jadinya, terget Persisam dengan atau tanpa Vata, sudah ditetapkan. Yakni menembus Divisi Utama musim mendatang,” ungkap salah satu pengurus teras Persisam. (*/dhi)