"Makanya pemain kami sempat melakukan protes, tetapi saya bilang percuma karena wasit tak mungkin mengubah keputusannya," ujarnya lagi.
Selain itu, faktor tak pernah bermain malam menjadi salah satu penyebab kakunya permainan Persemalra.
"Hampir semua pemain saya tak pernah merasakan bermain di bawah sinar lampu. Mereka seperti sulit mengantisipasi bola dengan baik. Pastinya saya puas melihat jalannya pertandingan, hanya wasit yang merusak," sambat Aji.
Sementara itu dari kubu Persisam Putra, Carlos de Mello mengaku kalau pemainnya masih terburu-buru saat melakukan tekanan ke jantung pertahanan lawan. Inilah yang membuat serangan selalu gagal membuahkan hasil.
"Ya, semua pemain seperti ingin cepat-cepat mencetak gol. Padahal musuh banyak menumpuk pemain di garis pertahanannya," ujar Carlos.
Carlos juga mengakui kalau serangan pemainnya kurang variasi. Tetapi selama latihan yang dilakukan, beragam pola serangan sudah diberikan.
"Saya tak minta anak-anak bermain bola crossing terus, bola-bola bawah pun saya berikan. Tetapi tak tahu mereka tak banyak melakukannya di babak pertama," kata Carlos.
Menariknya, usai pertandingan Walikota Samarinda Drs H Achmad Amins MM turun ke lapangan untuk memberikan ucapan selamat pada seluruh pemain dan ofisial.
"Terima kasih buat Pak Amins yang datang menyaksikan pertandingan malam ini. Terus terang, kehadiran beliau menjadi salah satu pendorong semangat anak-anak untuk meraih kemenangan," kata Aidil Fitri SH, manajer tim. (upi) |